Tampilkan postingan dengan label nEwBie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nEwBie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Is this a good choices?


Bagaimana menjalani hidup yang baik? Mungkin cara terbaik untuk dapat menjalani hidup yang baik adalah dengan tidak pernah mengeluh dan menjalani hidup yang sudah diciptakan sempurna buat kita para manusia ini. Namun kembali lagi, kita sebagai manusia ini bisakah tidak pernah mengeluh dalam menjalani hidup? Berat memang untuk menjalaninya, tetapi hidup adalah pilihan

Ya benar, hidup adalah pilihan. Kalau Anda tidak mau menghadapi masalah dan berharap hidup akan mulus dan selalu indah, saran saya Anda harus memikirkan option untuk mengakhiri hidup. Karena dengan adanya masalah dan cobaan inilah hidup kita akan terasa lebih "hidup".

Di dalam hidup kita memang selalu di hadapkan dengan sebuah pilihan, tetapi pada dasarnya pilihan itu selalu memiliki akibat baik dan buruk. Misalnya Anda membuat suatu pilihan yang salah, entah apa itu, tetapi Anda menyesal telah memilih opsi tersebut, dari kesalahan yang sudah Anda ambil pasti ada akibat baik dan buruknya kan? entah itu buruknya yang banyak atau lebih banyak baiknya. Tapi saya meyakini satu hal "Setiap keputusan yang sudah kita ambil, akan ada resiko yang akan kita hadapi. Hadapilah, karena ini adalah keputusan kita". Ya, kadang hanya ini pegangan saya.

Tapi kadang  proses melilih lah yang paling sulit. Memilih suatu pilihan kadang juga bisa membuat kita stress. Kalau kita benar - benar seorang good planner kita pasti akan memilih sebuah pilihan dengan perhitungan maksimal. ya kecuali kalau Anda memang seorang yang dengan mudah mengambil keputusan pasti Anda tidak akan banyak memikirkan pilihan itu sendiri, tapi pada waktunya pasti jadinya menyesal.

Sebenernya bagaimana sih cara memilih sebuah pilihan hidup dengan baik itu? kalau menurut saya dari awal sih semua keputusan itu pasti akan menimbulkan resiko. Nah resiko ini yang harus kita hadapi, kalau bisa diminimalisir lah. Awalnya kita harus memilih jauh kedepan, dampak dari pilihan kita itu. kemudian baru kita bisa menentukan pilihan yang kita anggap terbaik. Terbaik bagi kita bukan berarti terbaik bagi orang lain loo, dan tidak salah juga kalau kita mendengarkan dan menanggapi mungkin bisa mengambil sikap akan saran yang diberikan orang lain.

Oke panjang lebar ini sebenernya ujung - ujungnya adalah sebuah curhatan aja, kenapa saya membicarakan sebuah pilihan? ya inilah memang sepertinya terlalu banyak pilihan yang harus di pilih. Atau bukan banyak mungkin lebih tepatnya, melainkan ketidaktahuan akan baik buruknya keputusan yang akan saya ambil (Sekarang malah sudah saya putuskan).

Oke banyak banget pilihan yang sudah saya ambil, yah dari mulai bisa menentukan pilihan sampai sekarang setua ini. Diantara putusan terbesar saya adalah untuk menikah yang dikata orang terlalu muda. Yahh mungkin memang terlalu muda, tapi sekarang saya enjoy, dan dampak buruk dari keputusan ini malah saya "anggap" sudah tidak ada. kenapa? ya saya bahagia.

Akh sudahlah, mungkin cerita ini terlalu menggantung. hanya sekarang sedikit susah untuk mencurahkan ke dalam tulisan. Mungkin lain kali sajalah :)

Sabtu, 12 Juni 2010

Karena Dia adalah Manusia Biasa


Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?

Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P).

Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.

Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja.

kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima amplop putih panjang

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe.

Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.

"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya.

Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.


Kepada YTH.

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya, calon adek buat kakak saya dan calon kakak buat adik saya

Di tempat


Assalamu'alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ......untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda ? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.

Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb



Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga.

Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D.

Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia."

"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.

Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.

Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak.

Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.

Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya.

Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta,

tahta dan 'nama'.

Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.

Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama.

Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.

Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya.

Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.

Lalu, bagaimana dengan cinta ?

Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.

Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),

kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Minggu, 15 Maret 2009

Need Help.. (sebenernya sie g penting.. ergh penting.. kan buat kepentingan bersama)

huihuihui...
Judul di atas gagh jelas yakz???hihih... aq ndiri juga binun bin pusing... lah mo di kasie judul apah... ghini..,,=="
Buat temen - temen pengikut blog saya (hehehe,,, pengikut,,, jadi malu dech... kek apa aja di ikutin).. uhm... kata lain buat pengikut...uhm...ergh ko kebanyakan "uhm" sie...hikz.. gagh bakat bikin blog argh... hikz... gini buat temen - temen yang suka liat blog saya... walopun terpaksa (hikz.. T.T) kasihin alamat blog kalian dumz... byar aq tampang di sini.. byar sama - sama banyak pengunjungnya gt... hehehehe =p... yach itung - itung buat promosi lah... qt tukeran alamat link blog kita... yach - yach.. pliz... sepi pengunjung nie...pengen banged pengunjung blog aq bisa sampe 10.000 orang perhari (hede ngarang, ngayal, ngarep n' gagh bakalan..hikz.. T.T ngenes...) yach paling tidak perhari byar ada 10 lah (jauh banged dari yg di khayalkan?? 1:1000). So plizz.. buat temen - temen... kasie alamat blog kalian lewat kasie komen di blog ini (sekalian byar rame komen =p).. ato kalian kirimin ke e-mail aq di i.contagious@yahoo.com ato kasie komen ato messej (message ato pesan..kek orang malay ajha messej.. hueheuheu) ke fs aq.. alamtnyah friendster.com/iphandh sekalian add jugha.. hehehe byar nambah friendlist gt.. hueheuheuh... klo mo add fs di dark.iphandh@yahoo.com.. heheheh...
uhm,,,(uhm laghee???)
Sekali lagi asyik.. (kek lagu - lagu dangdut gt)
Sekali lagi... plis yach.. kirimin makan... buat aq... hikz.. T.T (loh ko jadi ma'em??wtf)
Bukan.. bukan ma'em.. tapih alamat wqebsite ato blog ato fs kalian... tapi kalo mo ngirimin ma'em sie juga gpp..
hehehe...
secara saia seminggu lum ma'em...
byasanya cuman buat pencuci mulut ajha...
halah,,,
ko jadi curhat ginih..
arghhhhhhhhh...
uda argh... ntar aq malag nyerocos gagh jelas laghee...
hikz...
udahan yach..
di tunggu makanannya..
ergh.. web ato blognyah...
hihihihihi
pay - pay

Selasa, 05 Agustus 2008

Merdeka atau Mati

Mari kita rayakan hari kemerdakaan Bangsa Indonesia dengan semangat Nasionalisme dan semangat Belajar

Rabu, 18 Juni 2008

nEwbIE

...ducH...
...nHeE pErtAmA bWaDh bLogGEr...
...uHm...
...mO dItULis pA'aN yOw???
...oK lAgH nTYaR aQuWh cObA posTinG daCh...
...pOsTiNg cUrhAtAn,,,
...pOsTiNg cErItA...
...etc...
...key...